seiring dgan panjang rambut yg mulai menutupi telinga ,
semakin lirih kudengar suara itu,
Suara yg berasal dari dalam hati ini.
Sejalan dgan mulut yang kian kering ,
tak henti2nya ia melantunkan sajak penuh dusta.
Segeralah turun engkau wahai hujan
! basahilah hati yang haus ini agar dpat kmbli berseru,
basahilah mulut ini sblum mulai luka dan membisu.
0 komentar:
Posting Komentar