Rabu, 29 Februari 2012

seiring dgan panjang rambut yg mulai menutupi telinga , 
semakin lirih kudengar suara itu, 

Suara yg berasal dari dalam hati ini.
Sejalan dgan mulut yang kian kering ,


tak henti2nya ia melantunkan sajak penuh dusta.
Segeralah turun engkau wahai hujan

! basahilah hati yang haus ini agar dpat kmbli berseru, 
basahilah mulut ini sblum mulai luka dan membisu.
Read More..

Selasa, 21 Februari 2012

Belum ada judul....


…Akhirnya semua takkan pernah bisa kembali
kembali ke hari dimana kita terbuai oleh mimpi – mimpi indah
terjerumus oleh rumus rumus  pupus yang mengharuskan kita lulus..
 ( deras hujan membasahi kelas, kelas 12 IPA 3
 kau dan aku duduk ceria meresapi dinginnya angin berselimut waktu yang sombong )
Apakah semangatmu masih sederas dahulu?
 Yang terdengar keras bangkitkan jiwa merobek telinga.
Darah kita berbeda
Tapi satu mimpi kita, membuat mereka bangga.
Selera kita berbeda
Tapi satu tugas kita, menanamkan nilai nilai yang telah mereka rintis.
( Sinar surya perlahan menerangi kelas, kelas 12 IPA3
 kau dan aku tegak berdiri melihat pelangi berwarna warni menghiasi langit di siang itu)
Apakah mimpimu masih seterang dahulu?
Menerangi setiap langkah kaki..
Menerangi setiap kata  terucap.. dan
Menerangi setiap sudut dunia yang indah ini..

Laut ini sangatlah luas
Ku tak tahu kapal apa yang kau pakai.
Ku tak tahu sekeras apa gelombang yang kau tempuh
Ku hanya berharap.. semoga pulau itu dapat pertemukan kita lagi,sobat.
 

Read More..

Rabu, 25 Januari 2012

Sedikit tanya untukmu

Ada jarak terbentang antara hatiku dan hatimu menghalangi ruang dan selimuti sekian waktu. 
Apakah kau masih semanis dahulu?
Bibirmu,hidungmu yg indah menyatu. 
Serta tajam matamu yg membunuh keangkuhanku.
Lembut simphony merasuk kalbu.
Apakah kau masih selembut dahulu?
Suaramu, tawamu, candamu yg terdgar merdu menyejukkan hatiku....
Read More..

Minggu, 22 Januari 2012

?

ku buka mata ini,
pantulan cahaya menghantamku dengan ribuan tanda tanya,
 tanda tanya yang tak satupun kebenaran berani menyerukannya, 
aku tahu rasanya menendang,
dipaksa untuk melawan, 
Tapi untuk malam ini, aku baik baik saja. 
tahan lampumu agar tetap bersinar, 
tunggu.. tunggu… tunggu… biar kami yang mematikannya…
Read More..

Sabtu, 17 Desember 2011

MAU DIBAWA KEMANA BUDAYA KITA???



Sangatlah kompleks masalah yang ada di Indonesia saat ini, di setor ekonomi kita hanya menjadi pengemis royalti dari para investor asing dan menjadi tukang impor alias anak bawang dalam pasar terbuka. Pada pendidikan, mungkin angka kelulusan sarjana kita berada teratas di asia tenggara, tapi angka pengangguran Indonesia juga berada di peringkat paling atas. Dalam sektor politik, tak diragukan lagi, sudah banyak prestasi yang diraih oleh negara ini terkait dengan KKN yang sudah menjadi budaya politik di negeri ini. Lalu bagaimana dengan “BUDAYA”?,selamat mengarungi selokan makna! .
Budaya yang sejatinya menjadi jatidiri suatu bangsa tak tampak dalam negara ini, budaya yang sejatinya bisa dibanggakan terasa hilang, dan tak berarti lagi. Kenapa bisa seperti ini????
Banyaknya budaya asing yang masuk sebagai dampak globalisasi dan kurangnya minat dari rakyat terhadap budaya nasional mungkin jawaban yang pas atas pertanyaan tersebut. Tapi apakah itu saja???, coba simak kutipan pidato Bung Karno yang satu ini! “‎"capailah satu negara kesatuan republik Indonesia. republik yg kuat berwilayah kekuasaan sabang sampai marauke. capailah kebudayaan sendiri di atas kaki sendiri. di atas kepribadian sendiri-sendiri. Maka itu hey. pemuda-pemuda!! awas-awas!. kalau masih ada sasak-sasakan! kalau masi ada beatle-beatle-an!! kalau masih ada rock and roll. rock and roll-an!! ya seperti kawanmu yang bernama kus bersaudara itu! apa itu? apa tidak punya kita lagu sendiri yang sesuai dengan kepribadian indonesia sendiri? knapa mesti tiru elvis presley. elvis presley-an"” betapa pedulinya beliau terhadap pentingnya budaya bagi negara ini, sampai – sampai waktu itu koes plus sebagai band yang di klaim plagiat dengan the beatles, mulai dari aliran musiknya, cara berpakaiannya, dan koreografi saat di panggung harus dipaksa masuk bui atas kelakuannya tak hanya itu satpol pp di kala itu kerap kali menyidak orang - orang yang berpenampilan sedemikian rupa dengan cara langsung memotong rambutnya atau bahkan menjebloskan mereka ke penjara juga.

            Secara kasat mata kebijakan ini cenderung represif, tapi dibalik itu semua terselip tujuan yang sangat mulia, yaitu membentuk karakter bangsa ini, bukan dengan cara mencontoh budaya orang lain dan sebagai plagiator yang sangat membanggakan budaya milik orang lain sedangkan budaya sendiri ia tinggalkan. Dan itu pun diakui oleh koes bersaudara kala itu yang mengakui bahwa yang mereka lakukan adalah salah dan sangat merusak reputasi budaya nasional Indonesia sendiri. Namun ketika Soekarno mundur dan dibarengi dengan bebasnya koes bersaudara kala itu, Soeharto yang baru diangkat langsung mengambil hati rakyatnya dengan menjadikan kebebasan koes bersaudara sebagai maskot kebebasan berekspresi dan berkarya kala itu, mereka di perbolehkan membawa lagu apa saja, mulai dari rock, blues, atau apa saja asalkan tidak ada lirik yang mengkritik pemerintah waktu itu, disini jelas betapa  sang pemimpin yang lebih memilih menjaga reputasinya dari kritikan rakyatnya sendiri daripada menjaga dan melestarikan harkat dan martabat bangsa ini.

Read More..