Sabtu, 30 Juni 2012

Bukan Kanan, Bukan Pula Kiri

Tak dapat dipungkiri jika hidup ini ialah memperjuangkan suatu ideologi.
seburuk apapun ideologi itu adalah yang terbaik bagi penganutnya, tak terkecuali Fir'aun yang menganggap dirinya adalah Tuhan. berbagai cara ia lakukan agar ia dapat meyakinkan orang lain bahwa yang ia anggap adalah benar dan sampai matipun terus ia pertahankan itu semua.
Tak ada yang sempurna di dunia ini, segala bentuk buatan manusia hanyalah suatu kerelatifan. dan semua yang katanya universal hanyalah ilusi.
lalu untuk apa kita bersikap fanatik dan idealis terhadap itu semua, dan tak mau membuka pintu kepada yang lain??

ada kanan dan ada kiri
ada malam dan ada siang
ada langit dan ada bumi
tak ada kanan maka tak ada kiri
tak ada malalm maka tak ada siang
tak ada langit maka tak ada bumi
semua kutub yang berlawanan itu haruslah ada..
karna tanpanya. tak ada pula suatu penciptaannya
lalu dimanakah seharusnya aku berada??
terjerumus aku dalam dualitas dunia menuju dilema tiada akhir
hati ini resah,hati ini gundah menentukan kutub mana yang kutuju..
ku tak mau berada di kiri sehingga tak bisa melihat kanan..
ku juga tak mau berada di kanan sehingga tak bisa melihat kiri..
aku ingin berada di tengah..
tempat dimana aku bisa melihat sekelilingku..
agar aku bisa menjadi saksi dari luasnya dunia..
meskipun aku sadar berada di tengah itu sangat berat..
meskipun aku mengerti berada di tengah itu sangat sulit..
tapi bagiku, itulah satu - satunya jalan untuk menjadi umatMu..
karena pula itulah sebaik - baiknya umatMu.
dan aku percaya Engkau akan selalu menolongku.. Ya Karim

Malang
22032012
Read More..

Maaf saudaraku :(

Afganistan
Iraq
Palestina
Syria
Tak cukupkah darah mereka disana?
Tak cukupkah air mata mereka disana?
Untuk sekedar mengetuk hati ini agar segera berdoa..
Untuk sekedar mengulurkan tangan ini dengan secuil debu untuknya..
Untuk sekedar sejenak berhenti tertawa di ruang keluarga
Dan melihat pedihnya dunia mereka..

Sulit untuk aku bayangkan..
Ketika hujan yang biasanya turun membawa berkah bagi kita,
Berubah menjadi rudal, bom dan peluru panas yang setiap saat mengintai orang-orang disana.
Di masjid, di pasar, di rumah, di sekolah atau dimanapun mereka berada.
Setiap detik, setiap menit mereka selalui dihantui kematian
Setiap nafasnya, setiap ucapannya selaulu berharap kata damai
Tapi sayang, perang selalu datang lebih cepat dari solusi
Hampir robek rasanya telinga ini ketika mendengar mereka mengerang
Sambil menanyakan “Dimanakah engkau saudaraku ya Muslimin?, aku butuh pertolonganmu?”
Sementara aku masih saja berbicara tentang Pluralisme di forum dan di kelas.
Apa yang akan bisa kulakukan...? Apa yang bisa kupertanggung jawabkan nantii????
Ketika tiba waktu pembalasan, datang seorang anak dari sana
meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah aku lakukan...
Setelah mendengar jeritannya?
Setelah mendengar rintihannya?
Setelah mendengar erangannya?
Maaf, aku hanya bisa berkata maaf saudaraku..
Maaf, aku hanya bisa mendengar saudaraku..
Maaf, aku hanya bisa bersedih saudaraku..
Maaf.. Maaf..Maaf
Semoga Dia memutihkan wajahmu disana saudara
Read More..

Jumat, 29 Juni 2012

NEGARA ISLAM INDONESIA,Setujukah??


Negara Islam yang saya maksud disini ialah sesuai dengan yang dirumuskan oleh Sayyid Quthb, al-Maududi dan Hasan Albana bahwa negara Islam diteorisasikan sebagai negara Tuhan atau kerajaan Tuhan di muka bumi yang komponen komponennya adalah umat Islam, hukum islam dan khalifah sebagai bayangan Tuhan di muka bumi.
Sebagai umat muslim saya sangat setuju dengan sistem tersebut. Akan tetapi apabila itu diterapkan pada Indonesia yang terdiri dari berbagai agama dan etnis yang nantinya memicu terjadinya gejolak dan kekacauan yang meruntuhkan kesatuan kemanusiaan dan kesatuan negara Indonesia tentu saja saya menolak karena Islam sendiri tidak menginginkan hal tersebut. selain itu hal tersebut juga dapat menyempitkan ruang rakyat untuk menentukan preferensi politik secara bebas atau menegakkan kedaulatan mereka.
Perlu diketahui pula bahwa perintah untuk membentuk negara Islam juga tak ada di dalam Al Qur’an maupun Al Hadist, tetapi disinilah justru kita dapat melihat kebijaksanaan Tuhan untuk tidak menurunkan perintah tersebut, karena apabila itu benar – benar terjadi maka tentunya Tuhan dituntut pula untuk merincikan bagaimana sistem pemilihannya, bagaimana struktur dari Institusi Institusi negara, dan hubungan antara badan – badan legislatif, yudikatif dan eksekutif. Mungkin sistem tersebut akan berjalan efektif untuk beberapa abad waktu itu, Tetapi sejalan dengan dinamika masyarakat manusia tidak dapat dipungkiri bahwa sistem tersebut akhirnya juga akan menjadi kadaluarsa karena tidak dapat menanggulangi timbulnya masalah – masalah modern. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abdurrahman Wahid 
Read More..