Sabtu, 30 Juni 2012

Maaf saudaraku :(

Afganistan
Iraq
Palestina
Syria
Tak cukupkah darah mereka disana?
Tak cukupkah air mata mereka disana?
Untuk sekedar mengetuk hati ini agar segera berdoa..
Untuk sekedar mengulurkan tangan ini dengan secuil debu untuknya..
Untuk sekedar sejenak berhenti tertawa di ruang keluarga
Dan melihat pedihnya dunia mereka..

Sulit untuk aku bayangkan..
Ketika hujan yang biasanya turun membawa berkah bagi kita,
Berubah menjadi rudal, bom dan peluru panas yang setiap saat mengintai orang-orang disana.
Di masjid, di pasar, di rumah, di sekolah atau dimanapun mereka berada.
Setiap detik, setiap menit mereka selalui dihantui kematian
Setiap nafasnya, setiap ucapannya selaulu berharap kata damai
Tapi sayang, perang selalu datang lebih cepat dari solusi
Hampir robek rasanya telinga ini ketika mendengar mereka mengerang
Sambil menanyakan “Dimanakah engkau saudaraku ya Muslimin?, aku butuh pertolonganmu?”
Sementara aku masih saja berbicara tentang Pluralisme di forum dan di kelas.
Apa yang akan bisa kulakukan...? Apa yang bisa kupertanggung jawabkan nantii????
Ketika tiba waktu pembalasan, datang seorang anak dari sana
meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah aku lakukan...
Setelah mendengar jeritannya?
Setelah mendengar rintihannya?
Setelah mendengar erangannya?
Maaf, aku hanya bisa berkata maaf saudaraku..
Maaf, aku hanya bisa mendengar saudaraku..
Maaf, aku hanya bisa bersedih saudaraku..
Maaf.. Maaf..Maaf
Semoga Dia memutihkan wajahmu disana saudara

0 komentar:

Posting Komentar