Namanya Muhammad gufron, dulu kami biasa memanggilnya Robot atau embon. Dia selalu berdiri di barisan paling depan, tepat di sebelah kananku saat upacara, dia dua tahun lebih tua dari aku ketika kami kelas 6.tinggi,hitam,besar,sabar, murah senyum dan sangat sedikit berbicara. tak pernah kutemui lagi ada anak SD sesabar dan sedewasa dia saat ini. ketika aku bertengkar dengan Reza Sang Pencinta Bonek, samean atau hosen kata yang tak pernah aku lupa yang ia ucapkan "uwess rappah, lok nyamman econggok ibu deggik"
tapi kata itu tidak pernah kami hiraukan, mungkin yg kami pikirkan disaat kami seusia itu adalah kamilah yang harusnya mengejek kamu,bukan kamu yang mengejek kami,dan karena kumu telah mengejek kami, jalan satu2nya menghentikan itu hanyalah cakar-cakaran.(hahaha.. benar benar menggelikan tapi benar nyata adanya).
Ia sangat berbeda dengan kami, aku yang pernah tidak mau sekolah hanya gara - gara orang tua salah membelikan kaos bola.
FahMi Fadlillah Syaiful yang sukanya maen PS sambil di dulang sama ibunya.
aku tak bisa membayangkan apa yang ia lakukan disaat kami seperti itu.dan ketika kami hendak melanjutkan ke SMP, dia harus menerima kenyataan pahit untuk tidak melanjutkan sekolahnya. setiap pulang sekolah tak jarang aku melihatnya dari jendela angkot saat ia pulang dari sawah tanpa alas kaki. hingga di suatu ketika ku mendengar bahwa ia merantau ke negara tetangga untuk mengais uang dan berharap dapat membuat pandangannya menjadi lebih terang.
Tak pernah kuhiraukan dulu anak seperti itu berada di sampingku.
Tak pernah aku peduli anak sekecil itu dipaksa memikul beban yang seharusnya berada di punggung orang tuanya.
Baru aku sadar kemarin.
Baru aku sadar sampai saat sosok itu kembali terlihat di depanku.
Tapi terlalu naif dan sombong badan ini untuk sekedar menemuinya.
Sudah sangat lama saudara,,
Sudah cukup jauh kita berjalan menjauhi persimpangan yang kita lewati waktu itu..
Bisakah kita kembali sejenak ke persimpangan itu lagi..
dan mempelajari apa yang telah kita lewati darinya.?
dan sejenak menanyakan keadaan?
0 komentar:
Posting Komentar