Senin, 26 September 2011

69 CORNER

Begitu kumendapatkan sms kalau si putri sudah berada di gerbang suhat malam itu, seharusnya aku langsung pergi saat itu, aku bisa membayangkannya betapa bosannya dia berada disana sendirian?
Aku lupa kalau dia adalah orang yang paling rajin di 69, dimana saat kerja kelompok, dialah yang selalu datang duluan, tidak pernah mengatakan “tidak” jika dimintai tolong, aku sering berpikir bahwa sharusnya dialah yang paling cocok menjadi ketua di kelompok kami saat itu.
Seharusnya aku sms kepadanya sebelumnya,“ put, sorry, ntar datangnya telat aja,, aku yakin si kak miyabi pasti lebih telat.” Sambil menghabiskan setengah gelas teh hangat di sebuah warung kecil tempat dmana biasanya kuhabiskan waktu makan malamku, lalu langsung pergi ke kosan Nuris, anak rantau dari banjar yang mungkin paling tidak senang berada di bawah kepimpinanku saat di 69 kala ospek lalu, meskipun dia selalu mencoba tidak membenarkan hal itu ketika berhadapan denganku, aku tak tahu alasan apa mengapa dia seperti itu??,tapi itu mungkin juga salah karena itu juga hanyalah sebatas alibiku saja. Adzan Isya’ telah berkumandang,, dan sekali lagi handphoneku bergetar ada pesan masuk yang isinya membenarkan sekali lagi kalau si putri benar2 dalam keadaan bosan menunggu disana.
Tanpa pikir panjang kubalas pesannya dengan singkat “Jd”, lalu membiarkan handphoneku berada dalam tas dan kutinggalkan sholat. Usai sholat kulihat jarum panjang menunjuk angka 3, meurut standar kebosanan yang normal, mungkin si putri sudah melampaui tingkat kebosanan,masuk ke stratosfer yang langka oksigen menuju kehampaan. Mesin motor Nuris pun sudah dinyalakan sembari membaca sms dari Arif yang memberitahukan kalau dia sudah berada di tempat kejadian perkara. Kami pun berangkat, terlihat dari jauh cewek menggunakan jaket hitam menunduk sendirian yang tampak gelisah , tanpa piker panjang aku langsung turun dari boncengan Nuris lalu mendatanginya padahal aku belum tau kalau di adalah cewek yang kumaksud, “permisi” sapaku, dia menatapku dan membalas “silahkan” dengan senyum tanpa arti, lantas akupun lanjut jalan dan berpikir untung aku tak menyapa dengan menyebut namanya, tak jauh dri tempat itu terihat serius seorang cewek membaca  manga brada di depan ku_ kira2 10 meter di depanku, dan ternyata memang benar dialah si putri, ia langsung kusapa “sorry, dah lama ya?”, “Iya, dari 10 menit sebelum aku sms kamu malah” jawabnya dengan senyum ikhlas tanpa sinis sedikitpun, dan itu cukup menegaskan kalau dia memang anak yang sabar.
Tak lama kemudian hanphoneku bergetar lagi, kali ini Arif menelpon dan memberi aba2 kalau dia berada di arah 60® dari hadapanku. Segera dia menuju kami dengan motor maticnya dan sebatang rokok mild yang tinggal separuh di tangan kirinya, sama denganku dia masuk FISIP dengan kecelakaan tapi bedanya dia masih bisa dapat menerima dan lebih nyantai menanggapi itu, beda dengan saya yang masih selalu dihantui rasa menyesal. Dia adalah anggota paling kocak di kelompok kami, paling nyantai tapi paling rajin saat mengerjakan tugas, dan satu lagi, mungkin dia juga lelaki yang hormon testosterone paling banyak di kelompok kami, benar, setiap bertemu dia pasti ada saja pembicaraan yang berbau mesum.
Malam semakin dingin, bau parfumku juga sudah hilang termakan bau badanku yang dari siang tadi belum sempat ku membersihkannya(mandi), tiba si yulia, teman kami satu lagi yang paling diam, tidak banyak bicara dan jarang kerja kelmpok, tapi juga berkontribusi besar terhadap kelompok kami.
Sudah lebih 20 menit kami bersama, orang yang ditunggupun datang juga, kak miyabi datang bersama lelaki dengan kaos putih bertuliskan“ I LOVE MIYABI”(mungkin itu alasan kenapa aku menggunakan nama miyabi untuk kakak fasilku yang satu ini ) yang tidak lain adalah pacarnya yang katanya baru datang dari rusia dalam rangka pertukaran pelajar, zack namanya, aq sudah mengira dari namanya kalau dia adalah seorang musisi, benar – dia seorang drummer berbakat di sebuah band indie di Malang yang cukup terkenal. Lalu dia menghampiriku dan menyalami kami satu persatu, dengan memberikan senyuman kurang enak badannya.
Tidak banyak yang saya ketahui tentang kak miyabi, hanya saja yang selalu kami ingat saat pertama kali bertemu dengannya dia mengucapkan kata2 yang mudah diingat oleh kami “69, kelompok paling gaul, kece dan stylepaling PW “ mungkin perkataannya itu juga mudah dipahami dan menimbulkan persepsi yang baik kepada kak miyabi ini. Tanpa basa – basi kami pun langsung ke TKP, tempat nongkrong yang msih tidak lebih baik daripada tempat tongkronganku di Madura sana, meskipun begitu, suasana disana juga mengingatkanku di saat2 SMA, dimana saat setiap malam pulang dari les fisika, kami melakukan hal yang sama, berbagi mimpi, bercanda, bermain domino, dan saling ejek – mengejek, dengan di iringi alunan lagu Bondan yang selalu menjadi request lagu wajib kami disana. Hal yang benar – benar sangat - sangat sulit aku lupakan.
Jika, dulu kami sewaktu SMA biasa membicarakan hal hal yang tidak penting dan lebih banyak berguraunya, sekarang kami diajak oleh kak Miyabi untuk menjadi seorang intelektual muda, yang tidak hanya nongkrong yang menghabiskan waktu dan uang sakunya saja. Tidak hanya menjadi kakak fasil yang baik, ternyata dia juga seorang penengah yang baik pula, meskipun tak sebaik karni Ilyas , yang membuat pembicaraan kami waktu itu berjalan cukup menarik. Setengah gelas susu coklat sudah masuk ke tenggorokanku, dan akhirnya si Ian dan si titik yang berjanji akan menyusul datang juga, keduanya sama2 mahasiswa psikologi. Kehadirannya saat itu juga tidak merubah topic yang kita bicarakan, karna aku sadar acara semalam juga tidak jauh beda dengan acara “satu jam bersama tokoh” sebuah acara Talk show di TV one yang sudah punah,Dimana yang menjadi bintang tamunya adalah kak Miyabi dan anehnya yang menjadi “grace natalinya” juga kak Miyabi.
Memang luar biasa nih kakak Miyabi.
Malam makin larut, udara semakin dingin, di meja juga hanya tersisa satu porsi mie jumbo pesanan kak miyabi yang hanya dimakan tidak lebih dari setengahnya, waktunya kami pulang, sungguh malam yang luar biasa dapat bertemu kembali dengan teman2 calon pemimpin bangsa yang super ini. Sesampainya di kontrakan, terlihat sepi, sepertinya semuanya sudah tidur, kuucapkan salam tak ada yang menjawab, kubuka pagar dan masuk ke kamar sembari merebahkan badan ke tempat tidur, terdengar dari kamar sebelah suara kunci hendak dibuka, dan hentakan kaki meuju kamar, “ dek, endi oleh2 e??” sembari membuka pintu kamarku, “ g onok mas, dompet serret!!!” Jawabku sinis. – dialah kakak kos yang gateli yang setiap kali jika aku melihat wajahnya aku selalu berharap andai saja Allah tidak menciptakan neraka dan pemerintah tak membuat UU, mungkin dialah orang yang paling ingin aku mutilasi duluan, kami maba di kontrakan sepakat menjulukinya dengan sebutan “Kumbokarno” seorang tokoh pewayangan jawa yang berawakan gendut, rakus dan gateli, persis sama seperti kakak kos kami yang satu ini.
Melihat aku kurang mood terhadapnya, si gateli ini langsung pamit kembali kamarnya, kulihat lagi jadwal sepakbola malam ini, tak ada pertandingan yang menarik hari ini, yang bsa membuatku berjalan 7 langkah menuju warkop untuk menghabiskan kopi seharga 2500 dan duduk selama 2 jam disana. Kupejamkan kedua mataku sembari melafalkan doa sebelum tidur, saat arwahku hendak menuju fase Beta terasa lirih ada sesuatu yang bergetar di kantongku, kupendamkan tangan kiriku dan mengambil handphone, ada dua pesan masuk saat itu, pesan dari kak Miyabi mengenai tindak lanjut dan ucapan trima kasih atas partisipasi dari acara tadi, dan satu lag isms dri IBUku yang menanyakan “ Mas, besok jadi pulang jam berapa?”, spontan aku langsung membalas, “sebisaku bu, InsyaALLAH pagi bu.” Aku hampir lupa kalau aku besok akan pulang ke Madura. Segera aku pejamkan mataku,perasaan ini langsung tak sabar untuk menanti datangnya hari esok, tak sabar segera bertemu keluarga disana………..

2 komentar:

  1. akakkaak .. yogooo" .. onok" wae.. ininsial e iku looh .. wkwkkw .. ^w^ jd tersanjungg sayaa .. :p

    BalasHapus
  2. hehe... cuma mencoba menulis pake bahasa baku aja cuy,,, sedikit di dramatisir tuh.. hehehe..

    BalasHapus