Rabu, 29 Maret 2017

Refleksi Orientasi Politik Pergerakan Pra-kemerdekaan dalam Membangun Mental Bangsa


Sudah hampir habis rasanya gairah  membicarakan nasib bangsa ini kedepan, ekspektasi bangsa yang besar di tahun lalu kini semakin hari semakin pupus dan perlahan justru menjadi amarah yang siap meledak kapan saja. Sosok pemimpin yang diharapkan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik justru kian hari mempertegas sinyalemen kemunduran bangsa ini dibawah komandonya.
Sinyalemen-sinyalemen tersebut sejatinya mudah kita lihat hari ini, mulai dari keadaan ekonomi kita yang semakin kronis hingga persepakbolaan kita yang semakin bobrok. Belum lagi stabilitas politik serta kesatuan bangsa kita yang semakin terancam. Barangkali hal ini masih bisa diperdebatkan, namun di pemilu kemarin kita dapat melihat api perpecahan tersebut tersulut diantara kita selain itu pemilu yang dianggap sebagai pesta demokrasi telah membuat bangsa ini seolah dirubah menjadi orang lain yang saling mencurigai satu sama lain.
Dan yang lebih memprihatinkan lagi keadaan ini justru tampak jelas juga terjadi  pada para wakil rakyat serta petinggi-petinggi negara yang seharusnya menjadi teladan bagi bangsa ini. Mulai dari dua kelompok partai politik yang belum juga mampu meredakan ego dan memulai kerjasama bahu-membahu  membangun bangsa ini serta konfrontasi antara lembaga penting negara yang membuat rakyat semakin cemas akan  masih tegaknya hukum di negeri ini.
Berkaca pada perjuangan pra-kemerdekaan
            Keadaan bangsa yang sangat plural ditambah sistem politik yang membuka jalan bagi kita untuk mendirikan organisasi atau partai politik secara mudah saat ini justru  dianggap sebagai bumerang yang mengancam kesatuan bangsa ini apabila tidak dapat di akomodir dengan baik. 
            Hal ini bukan tanpa dasar, banyaknya  isu yang berkaitan dengan SARA akhir-akhir ini ditambah menjamurnya partai-partai pragmatis  tanpa visi dan misi yang jelas untuk bangsa ini sedikit banyak menggambarkan bahwa kedua hal ini belum dapat kita akomodir dengan baik.
            Jika kita berkaca pada pergerakan ataupun organisasi politik pada zaman pra-kemerdekaan tentu akan jauh berbeda dengan apa yang terjadi saat ini.hadirnya pergerakan atau partai politik dengan banyaknya perbedaan-perbedaan mulai dari suku, agama maupun ideologi justru membuat bangsa ini semakin kuat melawan kaum imperialis dan kolonialis. Dan hadirnya suatu pergerakan saat itu juga mampu menginspirasi dan memicu tumbuhnya pergerakan-pergerakan  lain dalam bidang yang lain pula.
            Hal ini dikarenakan saat itu para pendiri bangsa ini sadar betul dan mengerti penderitaan bangsa ini dan kata “merdeka” menjadi kata pemersatu bagi segala perbedaan yang ada saat itu. Kedua faktor tersebutlah yang meruntuhkan ego para pendiri bangsa ini serta menanamkan toleransi diantaranya sehingga cita-cita yang luhur tersebut benar terwujud.
            Dan kedua faktor tersebutlah yang seharusnya mampu dimanifestasikan pada para aktor politik yang sedang mengemban amanah. bukan hanya amanah rakyat tetapi juga para pendiri bangsa yang telah mendahului kita.sikap gotong royong, saling menghargai serta kemampuan untuk dapat benar-benarmemahami permasalahan bangsa yang langka terlihat dalam perilaku ataupun etika para pelaku  politik saat ini harus segera dan mulai dibangun kembali.
            Namun juga tidak dapat kita kesampingkan yang jauh lebih penting lagi hal tersebut juga urgent untuk kita tanamkan kepada generasi muda saat ini  yang kelak juga memegang estafet kepemimpinan bangsa . karena dalam sejarahnya pemuda selalu menjadi garda depan perubahan bangsa ini dan sebagai motor pergerakan-pergerakan saat pra-kemerdekaan untuk merebut kemerdekaan maupun reformasi.
           

Kemana Mahasiswa?
            Mengapa Mahasiswa? Karena tak ada ceritanya tukang becak menjadi seorang reformis, para pendiri bangsa ini adalah orang-orang pintar yang mengenyam pendidika tinggi. Dan mahasiswa sebagai pemuda intelektual merupakan  kunci dari perubahan bangsa ini nantinya.
            Reformasi yang sejatinyadipeloporiolehparamahasiswaharusnyadapatdimanfaatkansebaik-baiknyadanmampumenempatkanmerekadalamperananstrategisdidalamperkembanganmasyarakat Indonesia.Namun, duawindupascareformasijustru yang terjadiadalahsemakintenggelamnyagerak-gerikmereka,bahkansebagianhanyadapatkitatemui di jalanansaja dan dengan tema-tema picisan pula.
            Kurang pekanya mahasiswa terhadap isu-isu politik serta kepedulian yang minim terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang berimplikasi terhadap nasib masyarakat menjadi pembeda antara karakter pemuda saat ini dengan pemuda saat pra-kemerdekaan.
Sebagai contoh baru-baru ini aksi yang dilakukan masyarakat di kaki gunung Watuputih, rembang. Yang melakukan penolakan atas eksploitasi yang dilakukan korporasi semen terhadap bahan tambang disana.dan yang mengejutkan lagi, penolakan tersebut juga diperuntukkan kepada salah satu instansi perguruan tinggi di jogjakarta terkait dengan beberapa pernyataan yang dilontarkan oleh salah satu dosen disana.Dan disini dapat kita lihat secara jelas pergeseran makna pengabdian masyarakat yang termaktub dalam tri dharma perguruan tinggi menjadi pengabdian terhadap korporasi mengingat adanya keterlibatan perguruan tinggi disana dan yang juga harus digarisbawahi mahasiswa lengah dalam kasus ini.
            Dari kasus tersebut dan mengingat begitu besarnya peran mahasiswa bagi masa depan bangsa ini mau tidak mau mahasiswaharus dituntut lebih untukmengaktualisasikanperanannyasebagaipemudaintelektual yang mampumemberikontribusinyataterhadapbangsainidanbukanhanyasebagaiumpanpeluruatautumbalyang biasanyaterjadidalamsebuahmedanperang, gerakanrevolusidanreformasibelaka.

            Selain dituntut untuk mampu memberi andil dalam masing-masing bidangnya mahasiswa juga harus harus mampu tampil menjadi kelompok penekan yang  mampu mengontrol pemerintah agar melakukan tugasnya dengan baik. Lebih dari itu dengan adanya kepedulian terhadap isu-isu politik itu artinya mahasiswa juga peduli terhadap nasib serta masa depan bangsa ini. dan semakin banyak mahasiswa yang peduli terhadap bangsa ini tentu akan menjadi modal yang penting akan kesejahteraan bangsa dan demokrasi di masa depan.

0 komentar:

Posting Komentar